Translation Accuracy

Translation Accuracy

Penerjemah Ijazah Legal Serang Banten

Menerjemahkan menurut saya adalah kegiatan spesifik yang di lakukam sesorang untuk membuat perubahan bermakna pada tulisan. Dalam menerjemahkan kita di sajikan dua jenis bahasa, yaitu bahasa sumber (source language) dan bahasa sasaran (target language). Dalam menerjemahkan sebuah artikel khususnya, kita harus memperhatikan kaidah-kaidah penerjemahan. Vacabulary atau kosa kata adalah salah satu kaidah penterjemahan yg harus memperoleh perhatian khusus selain Grammar atau tata bahasa yang nantinya akan bermuara ke “Translation accuracy” atau keakuratan terjemahan. Perhatian khusus terhadap penerapan kosa kata disini yang saya utarakan  tertutama adalah untuk pasangan bahasa Indonesian><English. Seringkali pengalaman saya pribadi ketika kita coba mengalihkan bahasa Indonesia menggunakan “Google Translate”, maka hasil terjemahan kita yang “terancang” maknanya akan menjadi rancu serta tidak mengena kepada source language. Oleh karena itu peran penerjemah “human” yang mengerti tidak hanya grammar atau tata bahasa tapi juga structure atau tata letak kalimat amat di butuhkan dalam hal penerjemahan yang tepat maknanya. Seorang penerjemah harus memahami betul bahwa proses menerjemahkan adalah “memindahkan makna bukan memindahkan kata” sehingga makna bahasa sumber bisa di alihkan secara utuh dan baik ke dalam bahasa target. Dalam artikel ini saya mencoba menyajikan sekelumit study kasus hasil terjemahan dari Google Translate. Di mana source language nya Indonesia dan target language nya Bahasa Inggris.

Source language:

“Adanya LAN pada laboratorium Sistem Digital yang membuat hampir semua komputer dapat dihubungkan, memungkinkan untuk membuat suatu sistem informasi berbasis Web pada suatu server yang dapat diakses oleh semua komputer client di laboratorium tersebut. Kebutuhan pengguna umum terutama untuk kalangan civitas akademika terhadap informasi yang berkaitan dengan laboratorim sistem digital bisa didapat kapan saja. Selain memberikan layanan informasi, sistem informasi ini dapat digunakan untuk pendaftaran praktikum atau kurikulum yang berlaku”.

Target language:

“The existence of a LAN in a Digital System laboratory that makes almost all computers can be connected, makes it possible to create a Web-based information system on a server that can be accessed by all client computers in the laboratory. The needs of general users, especially for the academic community for information relating to digital system laboratories, can be obtained at any time. In addition to providing information services, this information system can be used for practicum registration or applicable curriculum”.

Jika kita perhatikan kalimat yang bergaris bawah dan dicetak tebal pada  “target language” menurut saya pribadi terasa ada ketidak nyamanan makna  sehingga terkesan menjadi hasil terjemahan yang Inggris ke Indonesiaan. Coba kita perhatikan kalimat “makes it possible to create…..” kalimat ini secara ketepatan makna masih belum mengena dengan bahasa sumbernyanya dari sisi saya alangkah baiknya jika kalimat itu di alihkan menjadi “enable it to build……” kata “create” artinya adalah ‘menciptakan’ berarti maknanya ‘dari yang tidak ada menjadi ada’   sedangkan ‘sistem jaringan’ atau LAN yang di bicarakan di bahasa sumber sudah ada bersamaan dengan komputer, brainware, softwarenya dan unsur lain yang terkait. Sedangkan kata ‘build’ bermakna ‘membangun’ atau mengembangkan jaringan informasi lebih mengena dengan unsur kata LAN itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *